Tidak semua panel OSB berada di kelas yang sama. Walaupun bentuknya terlihat mirip, performa tiap kelas OSB bisa berbeda tergantung dari kekuatan, stabilitas, dan ketahanannya terhadap kelembapan. Standar internasional EN 300 mengatur klasifikasi OSB menjadi empat kelas, mulai dari OSB 1 hingga OSB 4. Masing-masing memiliki fungsi dan batasan penggunaan tertentu.
Artikel ini akan membantu kamu memahami dasar-dasar definisi OSB, perbedaan lingkungan pemakaian (dry vs. humid), dan karakter utama dari setiap kelas OSB berdasarkan standar tersebut.
Apa Itu OSB Menurut EN 300?
EN 300 mendefinisikan OSB sebagai papan berlapis (multi-layered board) yang dibuat dari strand kayu berukuran tertentu lalu direkatkan dengan perekat.
Strand pada lapisan luar disusun sejajar dengan panjang atau lebar papan, sedangkan strand pada lapisan tengah bisa disusun secara acak atau tegak lurus lapisan luar.
Major Axis & Minor Axis: Arah Kekuatan OSB
Masih merujuk pada standar EN 300, OSB punya dua arah utama kekuatan:
- Major Axis → Arah dengan nilai ketahanan lengkung yang paling tinggi. Biasanya mengikuti arah orientasi strand lapisan luar atau panjang papan.
- Minor Axis → Arah tegak lurus dari major axis dengan nilai ketahanan lengkung lebih rendah.
Dry Conditions vs. Humid Conditions
EN 300 membedakan lingkungan pemakaian berdasarkan kelembapannya.
Dry Conditions
Rata-rata kadar air (moisture content) pada material tidak melibihi 12% pada kondisi
- Suhu 20 derajat celcius
- Kelembapan relatif (relative humidity) di udara sekitar yang melebihi 65% hanya beberapa minggu per tahun
Biasanya kondisi ini timbul di dalam ruangan yang tidak terlalu lembap seperti ruang tamu dan kamar tidur.
Humid Conditions
Rata-rata kadar air (moisture content) pada material tidak melibihi 20% pada kondisi
- Suhu 20 derajat celcius
- Kelembapan relatif (relative humidity) di udara sekitar yang melebihi 85% hanya beberapa minggu per tahun
Biasanya kondisi ini timbul di dalam ruangan yang cukup lembap seperti dapur dan kamar mandi.
Klasifikasi Kelas OSB Berdasarkan EN 300
OSB 1 – Papan Serbaguna untuk Perlengkapan Interior (Termasuk Furnitur) untuk Penggunaan di Kondisi Kering
Kelas paling dasar yang bisa digunakan untuk:
- Furnitur dalam ruangan
- Panel dekoratif
Karena sifatnya ringan dan tidak dirancang untuk beban berat, OSB 1 tidak dapat digunakan untuk struktural atau area lembap.
OSB 2 – Papan Penahan Beban Untuk Penggunaan di Kondisi Kering
OSB 2 sudah masuk kategori struktural, namun terbatas pada lingkungan kering.
Dapat digunakan untuk:
- Dinding interior struktural
- Furnitur dalam ruangan
- Panel dekoratif
Dari segi performa, OSB 2 lebih kuat dari OSB 1.
OSB 3 – Papan Penahan Beban untuk Penggunaan di Kondisi Lembap
OSB 3 memiliki ketahanan terhadap lingkungan lembap yang lebih tinggi dari OSB 1 dan OSB 2.
Contoh aplikasi:
- Roofing & sheathing
- Insulated Panel
- Subfloor
- Dinding luar sebelum finishing
- Area semi terbuka / lembap ringan
OSB 4 – Papan Penahan Beban Tugas Berat untuk Penggunaan di Kondisi Lembap
OSB 4 relatif jarang di pasaran karena kebutuhan produksinya spesifik dan sering memiliki spesifikasi berlebihan dibandingkan kebutuhan yang ada di industri.
Cocok untuk:
- Flooring dengan beban tinggi
- Struktur yang menanggung beban dinamis
- Proyek konstruksi khusus yang butuh panel berperforma tinggi
Ringkasan Perbandingan Empat Kelas OSB
| Kelas | Beban | Kondisi Lingkungan | Ketahanan | Pemakaian Umum |
|---|---|---|---|---|
| OSB 1 | Non Struktural | Kering | Rendah | Dekoratif dan furnitur dalam ruangan |
| OSB 2 | Struktural | Kering | Sedang | Cocok untuk partisi struktural interior |
| OSB 3 | Struktural | Lembap | Baik | Paling umum untuk konstruksi umum |
| OSB 4 | Struktural Beban Berat | Lembap | Sangat tinggi | Untuk aplikasi beban berat & khusus |

